Daily Archives: May 7, 2018

Diadaptasi ke Film, ‘GUNDALA’ Pilih Joko Anwar

Geliat film superhero memang selalu bisa menghasilkan pendapatan box office yang sangat menggiurkan. Sebut saja Marvel-Disney dengan Marvel Cinematic Universe (MCU) yang sudah memiliki 19 film selama 10 tahun dengan keseluruhan pendapatan total domino qiu qiu sejauh ini USD 15,4 miliar. Tak mau kalah, DC-Warner Bros juga memiliki DC Extended Universe (DCEU) dengan lima film yang baru berjalan lima tahun dengan pendapatan total USD 3,7 miliar.

 

Menyadari penggemar film superhero Hollywood di Indonesia cukup besar, Screenplay Films dan Legacy Pictures yang bekerjasama dengan Bumilangit Studios memberanikan diri mengusung Gundala si Putra Petir. Komik karya Hasmi ini pertama kali dirilis pada tahun 1969 dan meskipun mendapat pengaruh superhero the Flash milik DC karya Gardner Fox, Gundala disebut Hasmi berdasarkan tokoh legenda Jawa bernama Ki Ageng Sela yang mampu menangkap petir.

 

Tokoh dalam Gundala adalah seorang ilmuwan jenius bernama Sancaka yang menemukan serum anti petir. Terlalu sibuk dengan ambisinya, Sancaka lupa bahwa sang kekasih Minarti berulang tahun hingga mereka putus. Dalam kondisi gundah, Sancaka yang patah hati berjalan sendiri di bawah hujan deras mendadak disambar petir hingga koma. Saat itulah jiwanya ditarik ke planet lain dan diangkat sebagai anak oleh Kaisar Kronz, raja Kerajaan Petir. Sancaka diberkahi kekuatan petir dari telapak tangannya dan kekuatan lari secepat angin milik Raja Tafun dari Kerajaan Bayu.

 

Tak main-main, untuk proyek ambisius GUNDALA ini, sutradara yang dibebankan tanggung jawab berat adalah Joko Anwar. Sukses besar lewat PENGABDI SETAN (2017), Joko memang menyebut kalau dirinya ingin terlibat dalam proyek film yang menantang. Apakah GUNDALA bakal mampu menjawab penilaian pemisis akan film superhero karya anak bangsa?

 

Alasan Hanung Bramantyo Diganti Joko

 

Proyek GUNDALA sendiri sebetulnya bukan baru-baru ini dihembuskan. Bahkan sejak September 2014, Bumilangit Studios sudah akan bekerjasama dengan Mahaka Pictures untuk GUNDALA PUTRA PETIR. Bahkan saat itu Hanung Bramantyo sudah disebut sebagai sutradara dan siap rilis di awal 2016. Namun film itu berkembang tidak jelas hingga Bumilangit Studios meresmikan rencana penggarapan GUNDALA yang baru dengan rumah produksi dan sutradara baru.

 

Wicky V Olindo selaku produser Screenplay Films menyebutkan bahwa ketidakcocokan antara Hanung dan Bumilangit, sebagai pemilik hak cipta karakter Gundala, jadi penyebab proyek itu gagal. Bumilangit ingin GUNDALA jadi awal munculnya film jagoan-jagoan asli Indonesia yang hak cipta karakter dimiliki oleh Bumilangit, tapi Hanung tak menyanggupinya, seperti dilansir VIVA. Sebelum dipegang oleh Joko, Gundala sudah pernah diangkat ke film yakni pada 1981 berjudul GUNDALA PUTRA PETIR yang diarahkan oleh Lilik Sudjio dan diproduksi Cancer Mas Film.

 

Banyak Film Adaptasi Komik Hingga 2022

 

Seolah ingin mengikuti jejak MCU atau DCEU, Bumilangit berambisi menciptakan semesta komik mereka ke layar lebar. Oyasujiwo selaku editor senior komik Bumilangit membocorkan bahwa pihaknya sudah memiliki berbagai proyek komik yang akan diadaptasi ke film hingga lima tahun ke depan yakni 2022, seperti dilansir Medcom.

 

Menurut Oya, Bumilangit saat ini menjadi rumah lebih dari 1.000 karakter komik superhero lokal Indonesia termasuk Gundala, Si Buta dari Gua Hantu, Godam, Mandala, Sri Asih, Virgo dan Tira yang dihasilkan para kreator legendaris seperti Hasmi, Wied NS, Jan Mintaraga, Nono GM, Mansyur Daman dan RA Kosasih.