Daily Archives: November 18, 2018

Begini Cara Bijak Memperlakukan Kaum Disabilitas

Bagi manusia tentu saja kesetaraan dan persamaan derajat adalah nilai luhur yang telah diperjuangkan sejak berabad lampau. Tak ada seseorang atau satu kaum pun yang layak mengakui bahwa dia atau mereka lebih unggul dibandingkan manusia lainnya. Hal ini harus dipegang teguh dan ditanamkan sedini mungkin termasuk saat berhubungan dengan kaum disabilitas.

 

Inilah hal-hal yang harus dihindari saat bertemu kaum disabilitas

Kita tentu saja menyadari bahwa mereka mempunyai keterbatasan, misalnya pada fisik atau pun mental, namun secara hakikat kita semua adalah sama dan sederajat. Sebagaimana dikutip dari The Guardian, beginilah layaknya kita memperlakukan kaum disabilitas, yaitu dengan beberapa hal yang harus dihindari agar tidak menyakiti perasaan mereka:

 

  1. Jangan pernah secara terang-terangan bertanya kategori disabilitas mereka. Hal ini cenderung sikap yang merendahkan dan tidak mempunyai empati. Anda tentu merasa tidak nyaman bila seseorang, apalagi yang baru dikenal bertanya tentang rekam medis Anda secara detail. Bila kita sudah kenal baik dengan penyandang disabilitas ada kalanya mereka ingin berbagi akan keterbatasannya sehingga memberitahu dengan senang hati. Jadi sekali lagi jangan pernah bertanya lebih dahulu.

 

  1. Saat bertemu dan berinteraksi dengan penyandang disabilitas jangan menyamakan mereka dengan manusia yang terlahir sempurna. Inilah sebabnya sangat tidak etis bila kita, misalnya berpikir bahwa penyandang disabilitas mempunyai kompetensi yang sama dengan mereka yang normal. Jadi berempatilah, sadari bahwa penyandang disabilitas pada bidang-bidang tertentu  mempunyai keterbatasan dan berilah pemakluman.

 

  1. Hindari memberi nasehat sembarangan saat berinteraksi dengan penyandang disabilitas, terutama saran-saran tentang cara untuk sembuh dari keterbatasan yang dialami. Anda tentunya mengerti bahwa kelainan dari lahir tak semuanya dapat “diperbaiki” bahkan dengan tindakan medis paling canggih sekali pun. I

 

Intinya jangan sok tahu dan memberitahu ini itu tentang keterbatasan mereka. Percayalah pengetahuan Anda tentang disabilitas jauh lebih sedikit dibandingkan yang bersangkutan atau orang tua mereka. Bila Anda tetap nekat melakukan hal itu dengan alasan demi kebaikan mereka sendiri, bisa saja Anda secara tak sengaja malah melakukan perundungan (bullying).

 

  1. Tentu saja niat untuk membantu kaum disabilitas adalah hal yang baik. Tapi sebaiknya tanyakan terlebih dahulu kepada yang bersangkutan apakah mereka benar-benar membutuhkan bantuan kita. Tak sedikit penyandang disabilitas yang justru merasa frustrasi atau malu karena seseorang menawarkan bantuan. Hal ini terutama bagi mereka yang menyandang disabilitas bukan dari lahir, misalnya karena kecelakaan, sakit, dan lain-lain. Tentu memerlukan waktu untuk menerima kenyataan bahwa hal-hal kecil yang dahulu dapat dilakukan sendiri tanpa kesulitan sekarang harus menunggu uluran tangan orang lain.

 

  1. Jangan menyebut atau memvonis kehidupan mereka sebagai manusia yang merana karena menyandang disabilitas. Menderita disabilitas bukanlah akhir dari kehidupan walaupun di benak mereka yang terlahir normal tak jarang terbersit bahwa keseharian mereka dipenuhi kesedihan. Tentu saja tidak sedangkal itu. Mereka yang mengalami kelainan sejak lahir biasanya telah mempunyai level penerimaan yang luar biasa. Artinya mereka telah berdamai dengan diri-sendiri dan kondisinya sejak lama.

 

Orang tua dan guru-guru hebat bahkan dapat membuat buah hati atau anak-anak didiknya hingga mempunyai kepercayaan diri tinggi sehingga mereka hampir-hampir tak menyadari keterbatasannya. Inilah sebabnya kita harus berupaya menghilangkan stigma negatif kepada saudara-saudar penyandang disabilitas. Tentu saja tak ada orang yang bercita-cita hidup dalam keterbatasan. Sehingga penyadang disabilitas pun ingin disamakan hak-nya dengan masyarakat lain.

 

Semoga menginspirasi!