Monthly Archives: April 2019

Kasus Kaesang Pangarep disinggung di Sidang Ahmad Dhani

Saksi Ahli Hukum Informasi Transaksi Elektronik (ITE) yang mana dihadirkan pada persidangan terdakwa kasus ujaran kebencian, Ahmad Dhani Prasetyo dalam kasus pencemaran nama baik lewat ujaran ‘idiot’nya sempat menyinggung kasus yang serupa, yang pernah membelit Kaesang Pangarep, putra bungsu Presiden Jokowi.

Singgung Kaesang

Teguh Afriyadi, saksi dari Kominfo tersebut menyebutkan bahwa ujaran ‘idiot’ yang mana ditulis oleh Ahmad Dhani itu apabila dikenakan Pasal 27 ayat 3 Undang-Undang ITE mesti disertai dengan subjek perseorangan berdasarkan pasal 310 dan juga 311 KUHP.

“Yang dimaksud seseorang itu perseorangan. Bukan badan hokum, atau pemerintah atau pun perkumpulan atau organisasi,”ungkap Teguh dalam persidangan yang digelar pada hari Kamis (28/3) kemarin di Ruang Cakra, Pengadilan Negeri Surabaya.

Hal tersebut disampaikan oleh Teguh ketika mendapatkan pernyataan dari ketua Tim Kuasa Hukum Ahmad Dhani, Aldwin Rahadian Megantara, tentang substansi ‘seseorang’ dalam Pasal 27 ayat 3 UU ITE yang mana berkaitan dengan Pasal 310 dan 311 KUHP.

Lalu, Aldwin kembali menanyakan Teguh. Yang ia tanyakan kali ini adalah soal kasus yang pernah dialami oleh Kaesang, yang mana berkaitan dengan vlog milik putra bungsu Presiden Jokowi itu, yang ada muatan kata ‘Ndeso.’

“Saya pernah mendengar kasus anak Pak Presiden (Kaesang) kalau enggak salah (ujaran) ‘ndeso’ Pasal 27 itu bagaimana?” tanyanya.

Lalu Teguh pun lantas menjawab bahwa perkara Kaesang tersebut tidak masuk dalam delik Pasal 310 dan 311 KUHP soal pencemaran nama baik. Namun, delik Pasal 315 soal penghinaan ringan. Dan karena dasar itu lah, Kaesang tak sampai ke tahap aduan dan akhirnya diberhentikan (SP3).

“Waktu itu kan dari Polres Bekasi. Saya dihadirkan, saya juga dimintai pendapat apakah kata ‘ndeso’ itu apa delik pidana Pasal 310 dan 311? Bahwa dalam tindak pidana isinya mencela contohnya kata ‘anjing, asu, bukan lah 310 atau 311, melainkan 315 KUHP,” katanya.

Aldwin pun bertanya kembali, “Jadi, tidak bisa dijerat dengan pasal 310 dan 311?”

“Dalam pemahaman kami, tidak bisa (310 dan 311 KUHP). Pasal 315, itu, banyak unsur-unsur yang ada di dalamnya, yang penjaranya sendiri 4 bulan,” jawab Teguh lagi.

Berkaca Kasus Kaesang?

Sebelumnya, ada seorang warga yang bernama Muhammad Hidayat Simanjuntak yang melaporkan Kaesang Pangarep ke Polresta Bekasi tanggal 2 Juli 2018. Saat itu, Kaesang dilaporkan dengan dugaan penodaan agama dan juga merendahkan kelompok tertenty. Di dalam videonya, Kaesang saat itu sedang mengkritik tentang mengkafirkan orang lain dan menyebutkan kata “ndeso.”

Hidayat juga menyebutkan bahwa putra Jokowi itu diduga melanggar Pasal 156 a KUHP tentang penodaan agama. Juga, ia menganggap Kaesang melanggar pasal 28 UU ITE soal kebencian terhadap golongan tertentu.

Di dalam perkara pencemaran nama baik bandar togel hongkong yang dilakukan oleh Ahmad Dhani dengan menyebut kata ‘idiot’ iti, akhirnya sang musisi yang sempat melegenda di era 90an itu harus mau menerima kenyataan jeratan Pasal 45 Ayat 3 Juncto, Pasal 27 Ayat 3 UU RI Nomor 19 tahun 2016 soal perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 soal UU ITE.

Sedikit menilik ke belakang, kasus ini mulai saat Dhani membuat sebuah vlog yang bermuatan ucapan ‘idiot’ ketika ia berencana menghadiri deklarasi #2019GantiPresiden yang dihelat di Surabaya, 26 Agustus 2018 lalu. Kemudian ia dilaporkan oleh aktifis koalisi Bela Negara NKRI ke Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim).