Monthly Archives: May 2019

Usaha Jastip (Jasa Titip) diimbau Bea Cukai Patuhi Aturan Pajak

Deskripsi singkat: Usaha jastip diminta untuk menaati peraturan bea cukai supaya tidak kucing-kucingan dengan pemerintah.

Usaha Jastip (Jasa Titip) diimbau Bea Cukai Patuhi Aturan Pajak

Sekarang dunia online shop diramaikan dengan jastip, istilah untuk jasa titip. Jasa titip yang dimaksudkan di sini adalah adanya penjual yang menawarkan barang-barang dari luar negeri yang kemudian dibawa pulang ke Indonesia kemudian dijual mereka. Namun berbeda dengan jualan-jualan dengan system online sebelumnya, jasa titip di sini sang pembuat jasa membawa barangnya langsung yang dari luar negeri.

Bea Cukai Minta Jastip Patuhi Aturan

Hal ini kemudian mengundang perhatian Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan. Mereka mengimbau pada para pelaku jastip ini untuk mematuhi kewajiban pajak dan juga kepabeanan. Menurutnya, usaha jastip yang mengandalkan upaya penghindaran pajak tak akan bertahan lama.

“Cepat atau lambat, pasti akan ketahuan, otomatis,”kata Djanurindro Wibowo, Kepala Sub Direktorat Impor Direktorat Teknis Kepabeanan dalam acara lokakarya dengan tajuk “Tips dan Trik Titip Menitip Aman dan Nyaman”yang digelar baru-baru ini di DJBC.

Djanurindro juga mengatakan bahwa mengungkapkan pemerintah tak melarang usaha jastip togel singapore, selama tak digunakan untuk penghindaran pajak. Selain itu, pelaku usaha jastip pun mesti memahami risiko keamanan dan juga bertanggung jawab atas barang yang dibawanya. “Jangan sampai bisnis berkembang karena penghindaran pajak,” imbuhnya lagi.

Pemerintah, ia melanjutkan, mesti bertindak adil. Karena itu lah aturan perpajakan di bidang usaha jastip pun berlaku dengan pelaku usaha sector perdagangan konvensional. Misalnya saja, pelaku usaha jastip ini mesti membayar bea cukai apabila harga barangnya yang dibawa dari luar negeri di atas US$ 500. Besaran bea masuk pasalnya dipukul rata 10% dari harga barang setelah dikurangi dengan US$500.

Tidak hanya itu, pelaku usaha jastip juga mesti membayar PPN (Pajak Pertambahan Nilai) dan juga PPh (Pajak Penghasilan). Sekarang ini, institusi kepabeanan antar negara saling bekerja sama dan dapat bertukar informasi dan juga data.

Akan Ada Sanksi untuk Pelaku Jastip yang Melanggar

Misalnya saja, DJBC dapat mengetahui orang membeli tas mahal di luar negeri dari informasi pengurusan pengembalian pajak. Apabila orang tersebut menghindar dari tanggung jawabnya, maka ia akan terkena sanksi yang mana sesuai dengan Undang-Undang kepabeanan. Selain adanya denda, barang yang mereka bawa juga bakal disita oleh negara.

Namun demikian, Djanurindro juga menilai bahwa pengguna layanan jastik tak perlu takut jika harga barang yang dititipkan pada mereka akan jauh lebih mahal. Menurut penilaiannya, barang-barang jastip yang berasal dari luar negeri umumnya lebih murah dibandingkan dengan yang dijual di took. Pasalnya, walaupun dikenai bea dan pajak, harga barang dari luar negeri yang dibeli dengan cara jastip itu tidak perlu menanggung biaya yang ditanggung oleh pedagang konvensional seperti misalnya biaya penympanan, biaya took dan karyawan.

Pendiri marketplace untuk jastip HelloBly, Didit Setiadi, mengungkapkan bahwa masih banyak jastip atau pihak penitip yang belum mengetahui aturan bea masuk dan juga pelaksanaannya. Selain itu juga pengetahuan tetang kewajiban pajak atas setiap barang yang mana diniagakan pun masih sangat minim. Hal tersebut lah yang jadi kendala untuk mereka para pelaku usaha jastip.

“Yang terpenting dari bisnis jastip adalah adanya rasa aman dan juga nyaman untuk semua pihak yang menjalankannya. Dengan mengetahui aturan yang ada saat ini pelaku hastip tidak perlu kucing-kucingan,” kata Didit. Sementara, di HelloBly sendiri, kebanyakan harga barang yang dititip nilainya masih kisaran US$ 20 per pesanananya.

Pengunjung Serbu Night King: Akibat Demam Game of Thrones di Bandung

Deskripsi singkat: Para pengunjung menyerbu 23 Paskal Mall Bandung untuk menyaksikan cosplay Game of Thrones tanggal 11-12 Mei 2019.

Pengunjung Serbu Night King: Akibat Demam Game of Thrones di Bandung

Teriakan keras dan histeris menggema di sebuah mall di Bandung, 23 Paskal Mall Bandung pada hari Minggu (12/5) kemarin. Teriakan itu berupa antusiasme para pengunjung yang melihat Night King dan juga White Walker dalam bentuk cosplaynya sedang berjalan memasuki atrium mall.

Demam Game of Thrones di Bandung

Penggemar-penggemar serial Game of Thrones ini langsung saja menyiapkan gawai mereka masing-masing dan juga berusaha untuk mendekati Night King guna mengambil gambar. Tapi pembatas yang sudah disiapkan panitia membuat para pengunjung pusat perbelanjaan besar tersebut tak bisa mengambil foto atau pun video dari jarak yang sangat dekat.

Walau demikian, mereka mempunyai kesempatan dapat berfoto di Iron Throne, The Night King Invansion dan juga Ice Dragon.

Bahkan tak tanggung-tanggung, di Iron Throne, pengunjung dapat berfoto juga memakai jubah dan juga pedang khas serial Game of Thrones. Tapi untuk berfoto, mereka harus rela menunggu lama untuk antre. Mereka tidak keberatan. Bahkan menunggu lama pun mereka lakukan hanya untuk itu. “Lumayan anterannya Panjang. Tapi demi bisa berfoto enggak masalah. Saya suka banget Game of Thrones,” kata Silvia (24) saat diwawancarai hari Minggu (12/5) kemarin, dikutip dari Kompas.com.

Ia juga menganggumi kostum dan juga kelengkapan-kelengkapan togel online yang lain seperti Ice Dragon dan juga Iron Throne yang dihadirkan di Bandung karena kostum itu amat sangat mirip dengan aslinya. Termasuk juga Night King yang didatangkan ke sana, amat sangat mirip dengan aslinya yang ada di serial TV nya.

Game of Thrones Experience

Kegiatan dengan tajuk Game of Thrones experience ini adalah hasil kerja sama HBO Asia dengan First Media. Kegiatan ini hadir di mall Banung, 23 Paskal itu pada tanggal 11 sampai 12 Mei 2019 lalu.

Bandung jadi kota terbesar keempat yang ada di Indonesia yang dikunjungi. Sebelumnya, kegiatan  ini telah dilakukan di kota-kota besar lainnya yaitu Jakarta, Medan dan  juga Surabaya.

“Bandung ini kan dikenal sebagai kota yang dinamis dan inovatif, jadi untuk itu lah kami memilih Bandung,” kata Donny Armando Razalie selaku Business Unit Head First Media wilayah Jabar.

Sementara itu, kegiatan ini dikatakan oleh Marketing Communication Division Head PT Link Net Tbk sebagai bagian dari kampanye “A Journey of Togetherness.” Salah satunya adalah dengan memberikan sebuah pengalaman berinteraksi langsung dengan para tokoh Game of Thrones.

Seperti yang diketahui Bersama bahwa akhir-akhir ini memang demam Game of Thrones sedang melanda Indonesia. Bahkan tidak hanya terjadi di Bandung saja dengan adanya kegiatan Game of Thrones Experience ini, namun juga terjadi di sebuah pernikahan.

Ya, ada sebuah pernikahan bertemakan Game of Thrones yang dilakukan oleh pasangan bernama Rekhaza Panji Riawan dan juga Sista Mauli Wulandari.

Dalam pernikahannya yang bernuansa fantasi itu, mempelai pria mengenakan pakaian King Joffrey Baratheon dan sang mempelai wanita berpakaian Elven Queen, Galadriel. Tidak hanya mereka yang berbusana fantasi ala Game of Thrones, tamu undangan sebanyak 600 undangan pun juga mengenakan busana ala-ala fantasi Game of Thrones dan Lord of the Rings. Bahkan pengiring wanitanya juga berpakaian sangat unik dengan jubah krem sesuai dengan tema fantasi yang mereka pilih.

Pernikahan pada tanggal 19 Oktober 2016 silam itu dilatarbelakangi oleh kecintaan kedua mempelai pada serial TV Game of Thrones.

Film-Film Eropa dan Indonesia di Europe on Screen 2019

Deskripsi singkat: Film-film yang ditayangjan di Europe on Screen 2019 tidak hanya film Eropa, melainkan Indonesia juga yaitu Arini (2018) dan The Gift (2018).

Film-Film Eropa dan Indonesia di Europe on Screen 2019

Festival Film Europe on Screen (EoS) 2019 berlangsung dari tanggal 18 sampai 30 April 2019. EoS yang mana berkunjung ke 8 kota di seluruh Indonesia tersebut menghadirkan 101 buah film kontemporer dari sebanyak 27 negara Eropa dan 2 film Indonesia.

Tayangkan Film-Film Kece Eropa

Charles-Michel Geurts, Wakil Kepala Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia, menyampaikan EoS merupakan perayaan film untuk memperkenalkan kebudayaan Eropa. Festival ini mempunyai tujuan mendekatkan film-film Eropa pada masyarakat Indonesia. “Kami juga ingin mempromosikan kerja sama antara Eropa dan Indonesia, khususnya di bidang industry kreatif,”ungkapnya melalui pernyatan resmi.

EoS 2019 ini sendiri khusunya memberikan focus pada pelestarian lingkungan hidup togel singapore dengan mendedikasikan sub-segmen khusus dengan judul #OurLand yang menampilkan 4 film documenter pendek. Untuk kali pertamanya EoS mempunyai segmen restrospektif dan desain juga. Konten itu dihadirkan dalam merangka merayakan ulang tahun ke-100 sekolah seni dan desain Bauhaus di Jerman.

Segmen retrospektif #Bauhaus100 sendiri menayangkan Bauhaus Spirit, film documenter yang mana dibuat secara khusus untuk sekolah itu. Ada juga pemutaran rekaman arsip karya dan juga pameran instalasi tentang Bauhaus di Goethe-Institut Jakarta yang dimulai tanggal 19 April 2019 lalu.

Di penyelenggaraannya tahun sebelumnya, EoS menyambangi 6 kota yang lainnya yaitu Surabaya, Yogyakarta, Jakarta, Medan, Denpasar dan Bandung. Tahun ini, EoS hadir untuk kali pertamanya di 2 kota tambahan yaitu di Tangerang dan Bekasi. Pemutaran film ini pasalnya berlangsung di pusat-pusat kebudayaan, termasuk juga Erasmus Huis, Instituto Italiano di Cultura, Goethe-Institut, Komunitas Salihara, Institut Francais dÍndonesie dan masih banyak lokasi lainnya. Ada juga layar tancap yang mana menampilkan film yang ramah keluarga.

Film Yang Tayang di Eos, Film Indonesia Juga Ada

Film pembuka yang ditampilkan di ajang EoS 2019 ini adalah film thriller yang dibuat oleh sineas Denmark berjudul The Guilty. Sinema arahan Gustav Moller tersebut memenangkan Audience Award dan juga Grand Jury Prize di ajang Sundance Film Festival 2018.

Tidak hanya film dari Eropa saja yang berkesempatan dipertontonkan di EoS 2019 ini. Namun, film Indonesia juga. Tak bisa dipungkiri bahwa film Indonesia makin menunjukkan eksistensinya di industry perfilman dunia. Selain melakukan kolaborasi-kolaborasi dengan beberapa rumah produksi dunia, banyak juga rumah produksi Indonesia yang sedang melakukan remake film negara lain. Misalnya saja Korea Selatan.

Bukan tanpa alasan mengapa eksistensi film Indonesia di luar negeri sekarang diperhitungkan, karena sudah banyak film yang mampu bersaing dan muncul di beberapa festival film internasional termasuk yang dipertontonkan di EoS 2019 ini. Tentunya akan sangat membanggakan apabila film-film Indonesia bisa masuk ke festival yang mempunyai usia paling tua di Asia Tenggara ini.

Film Indonesia yang mendapatkan kesempatan ditayangkan di EoS 2019 adalah Arini (2018) dan juga The Gift (2018). Dua film itu memang sudah sering mendapatkan perhatian dari para penonton dan juga kritikus Indonesia karena keciamikannya.

Kemudian, sinema komedi asal Austria, What Have We Done to Deserve This? Bakal menjadi penutup rangkaian acaranya. Semua pemutaran film dan juga program EoS 2019 ini terbuka untuk umum dan juga gratis. Dengan begitu, diharapkan para pecinta film dunia yang sedang berada di 8 kota tersebut bisa ikut berpartisipasi di dalam festival itu. Dan diharapkan hubungan antara Eropa dan Indonesia makin erat.