Sekolah di Prancis Mulai Buka Lagi Pasca Lockdown dilonggarkan

Prancis pasalnya mulai mengizinkan kembali sekolah untuk dibuka dan memulai aktivitas belajar mengajar pada hari Selasa (12/5) kemarin. pembukaan sekolah ini pasalnya merupakan bagian dari pelanggaran ataupun penguncian wilayah (lockdown) yang disebabkan oleh virus Corona yang diberlakukan oleh pemerintah setempat. 

Lockdown dilonggarkan, Sekolah Kembali Buka

Semua guru dan staf pengajar sekolah dasar dan juga Taman kanak-kanak diharuskan untuk menggunakan masker ketika mereka melakukan aktivitas belajar mengajar di sekolah. Sementara itu, kursi anak-anak diharuskan untuk di atur ulang sehingga ada cara untuk menghindari potensi penyebaran penyakit.

Menteri Pendidikan Perancis Jean-Michel Blanquer,menyatakan bahwa pembukaan sekolah dasar dan juga TK ini dilakukan di seluruh negara. Diharapkan secara bertahap nantinya mulai pekan depan sekolah menengah dan juga perguruan tinggi bakal menyusul dibuka juga. Di sisi yang lainnya, guna mengatasi kekhawatiran orang tua dengan potensi penularan virus di sekolah, pemerintah setempat juga memberi pilihan apabila anak-anak kota berada di rumah apa mau belajar di kelas. 

Kepala sekolah taman kanak-kanak di Rennes, Gregory Bouvier, berkata bahwa kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah seiring dengan dimulainya aktivitas belajar terkesan surealis. “Itu ( aturan pemerintah) ah bukan bagian dari DNA  sekolah TK supaya anak-anak menjaga jarak satu sama lain di meja mereka dan tak bisa berbagi berbagai hal,” Katanya seperti dikutip dari CNN Indonesia. 

Aturan Pelonggaran Lockdown Tuai Kritik dari Berbagai Pihak karena Angka Kematian Melonjak

Pembukaan kembali sekolah pasalnya menuai kritik dari banyak pihak bahkan termasuk anggota parlemen, Serikat Pekerja, dan juga ilmuwan.  Prancis pasalnya pada hari Senin (11/5) kemarin mulai melonggarkan kebijakan blok daun dengan cara mengizinkan warganya keluar rumah. akan tetapi,  Menteri Dalam Negeri Christophe Castaner mengaku bahwa ia tidak senang dengan perilaku tidak bertanggung jawab warga kemudian memerintahkan pihak berwenang untuk melarang konsumsi alkohol di daerah tertentu. 

“Keberhasilan yang tergantung pada kehati-hatian dan juga ketertiban warga,” tulisnya di akun Twitter pribadinya. 

Pemerintah kemudian memperingatkan bahwa kebijakan Lockdown bisa kembali diperlakukan apabila jumlah kasus judi casino online dan juga angka kematian kembali meningkat. pemerintah Perancis pasalnya membagi daerah daerah menjadi zona hijau dan zona merah ketika memasuki masa pelanggaran Lockdown. Paris dan juga sejumlah daerah yang masuk ke zona merah memiliki pelanggaran yang lebih terbatas dibandingkan dengan daerah lain yang ditetapkan sebagai zona hijau.

Terkait dengan pelanggaran kebijakan laut dalam ini pasalnya dilaporkan bahwa ada 263 kematian tambahan dalam sehari tepatnya pada hari Senin (11/5) karena virus Corona. penambahan korban jiwa dalam jumlah yang cukup signifikan ini terjadi di tengah-tengah pelanggaran aturan penguncian wilayah di Prancis.

Sementara ini tolong setel pasien virus Corona di Perancis mencapai 177423 orang dan sekitar 56724 pasien dinyatakan sembuh dan ada 2712 dalam kondisi kritis. melangsir dari CNN Indonesia juga, jumlah kematian saat ini pasalnya meningkat drastis dari sehari sebelumnya yang sebanyak 70 korban jiwa pada hari Minggu (10/5). Angka tersebut juga jadi jumlah kematian terendah sejak Perancis memutuskan lock daun pada tanggal 17 Maret 2020 yang lalu. Kementerian Kesehatan Perancis pasalnya mencatat sejauh ini angka kematian saat akhir pekan cenderung bahkan lebih rendah dibandingkan Di hari kerja. 

Maka, tak heran apabila kebijakan pemerintah Perancis untuk membuka kembali sekolah dasar dan juga akan anak-anak mulai hari ini menuai kontroversi lagi dari berbagai.