Bupati Boven Digoel ditemukan Tak Bernyawa di Hotel Kemayoran

Kabar mengejutkan datang dari Bupate Boven Digoel, Papua, yaitu Benediktus Tambonop yang ditemukan tak bernyawa di sebuah hotel di Kemayoran, Jakarta Pusat. Ia ditemukan di hotel Mercure. Kapolsek Kemayoran, Komisaris Syaiful Anwar menyatakan bahwa jasad korban ini ditemukan tadi pagi, Senin (13/1) kira-kira pukul 05.00 WIB.

Ditemukan Tewas di Hotel Mercure Jakarta Pusat

“Iya, meninggal karena sakit di penginapan Hotel Mercure Kemayoran,” ungkap Syaiful dilansir dari CNN Indonesia, Senin (13/1). Syaiful menuturkan bahwa korbadn diduga meninggal karena serangan jantung. Hal tersebut didasrkan hasil olah TKP yang mana dilakukan oleh kepolisian. Ia juga menyampaikan bahwa dari hasil olah TKP. Ditemukan berbagai macam obat yang berkaitan dengan penyakit korban di kamar bupati itu.

“Di kamarnya banyak sekali obat dan jamu penguat jantung,” ungkapnya. Lebih lanjut lagi, diungkapkannya, korban sendiri diketahui sempat juga mengikuti Rakernas PDIP yang berlangsung di JIExpo Kemayoran. “Iya (Sempat ikut Rakernas PDIP),” imbuhnya.

Rakernas I PDIP 2020 sebelumnya dilangsungkan selama 3 hari yaitu dari hari Jumat sampai Minggu (10-12 Januari 2020) tepatnya di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat. Rakernas tersebut dirangkaikan dengan peringatan HUT PDIP.

Benediktus Tambonop Punya Cara Agar Sejarah diingat

Sosok Benediktus Tambonop memiliki cara agar masyarakat mengenang dan tak lupa pada sejara. Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah. Seperti itu lah seruan dari Bung Karno. Seruan itu sangat amat meresap di hati Bupati Boven Digoel ini.

Sejak dirinya menjabat sebagai bupati di tahun 2016, Benediktus Tambonop berupaya dengan sangat keras untuk mengembangkan wisata bekas para tokoh pergerakan kemerdekaan yang ada di Boven Digoel. Panjara itu pasalnya dibangun Pemerintah Kolonial Belanda di tahun 1927 silam, sebagai tempat pembuangan tokoh-tokoh pergerakan kemerdekaan seperti misalnya Sutan Syahrir dan Bung Hatta.

“Penjara itu memiliki nilai sejarah tinggi bagi bangsa Indonesia karena pernah menjadi tempat tahanan para pendiri bangsa seperti misalnya Bung Hatta dan Sutan Syahrir,” ungkap Benediktus Tambonop dalam diskusi dengan tajuk Kepala Daerah Bongkar Rahasia PDI Perjuangan Menang Dalam Pilkada yang berlangsung di Sanur, Bali, bulan Agustus 2019 lalu.

Benediktus Tambonop juga mengatakan bahwa Pemkab Boven Digoel terus menerus melakukan pembenahan tempat penjara. Tujuannya adalah supaya lebih menarik lagi untuk dikunjungi wisatawan. “Pembenahan terus kami lakukan, dan masih berlangsung sampai sekarang,” imbuhnya lagi meyakinkan.

Benediktus Tambonop berharap bahwa upaya pengembangan wisata penjara zaman colonial ini bisa memberikan manfaat untuk bangsa Indonesia. “Khususnya supaya bangsa ini makin mengenal sejarah perjuangannya,” ujarnya lagi.

Tak hanya membuat wisata sejarah bagi daerahnya, ia juga sempat berbagi apa yang diarahkan oleh Megawati dalam membangun daerah. Mungkin hal itu lah yang menginspirasinya. Ia bersama dengan Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, bercerita tentang bagaimana membangun daerah mereka di Kongres V PDIP.

Benediktus Tambonop mengawali pemaparannya. Ia mengungkapkan bahwa Boven Digoel dulu adalah sebuah kawasan hutan rimba. Di era perjuangan kemerdekaan, paparnya, Boven Digoel ini dijadikan tempat pembuangan dua tokoh pejuang kemerdekaan seperti yang sudah disebutkan di atas, yaitu Bung Hatta dan Sutan Syahrir. Ia bercerita bahwa usahanya membangun daerah itu sebagai situs sejarah yang mana terabaikan jadi destinasi wisata. Upaya itu masih berlanjut sampai sekarang.

“Sehingga saat kami diberikan kepercayaan menjabat kita diberi kesempatan bagaimana mengembangkan Boven Digoel sebagai situs wisata sejarah. Kini sedang dibangun dan saya belum bisa cerita lebih banyak.”

Read More

Wu Lei Jadi Pemain China Pertama yang Bobol Gawang Barcelona

Nama Wu Lei jadi mencuat ke permukaan karena ia baru saja dinobatkan menjadi pemain China pertama yang berhasil membobol gawang Barcelona di ajang Liga Spanyol. Winger dari RCD Espanyol itu pasalnya menyelamatkan timnya dari kekalahan di kandangnya sendiri di Stadion Carlos del Cerro Grande hari Sabtu (4/1) malam waktu setempat.

Wu Lei Pemain China Pertama yang Bobol Gawang Barcelona

Espanyol pada saat itu memang sempat tertinggal dengan 1-2 atas Barcelona. Kemudian gol pemain asal China itu bersarang di gawang Barcelona pada menit ke-88 sehingga skor menjadi sama imbangnya yaitu 2-2 sampai dengan laga berakhir.

Tim tuan rumah akhirnya bisa mencetak gol setelah Blaugrana bermain dengan susunan 10 pemaon. Gelandang skuat yang diasuh oleh Ernesto Valvedre, Frenkie de Jong, pasalnya mendapatkan kartu kuning kedua di menit ke-75 karena pelanggaran yang ia lakukan. Ia menarik kaus Jonatan Calleri.

Wu Lei memang sempat beberapa kali membuat pertahana Barcelona kembali lagi kerepotan. Ia baru bisa menjebol gawang Neto setelah ia menerima operan dari Matias Vargas. Pemain yang berusia 28 tahun ini pernah juga mengundang kehebohan ketika menjalani debutnya membela Espanyol di Liga Spanyol. Penampilannya disaksikan lebih dari 40 juta penonton TV dari China.

Pada saat itu ia tampil dari bangku cadangan ketika Espanyol menghadapi Villareal di Liga Spanyol musim lalu. Di pertandingan itu, skor berakhir dengan 2-2. Angka 40 juta itu jauh sekali berbeda dari jumlah penonton di Spanyol yang hanya berjumlah 177 ribu saja di layar kaca.

Wu Lei Sangat Terkenal di China dan Berbakat

Pemain yang lahir di Nanjing ini menjadi pemain yang pasalnya sangat amat diidolakan oleh public sepak bola di negaranya. Dan saking terkenalnya, ia sampai dijuluki dengan Maradona dari China. Wu Lei sendiri termasuk penyerang yang serbabisa. Ia tak Cuma piawai dalam perannya sebagai seorang winger namun juga bisa ditempatkan sebagai second striker dan juga striker. Di antara kelebihannya itu, pemain Shanghai SIGP itu juga memiliki insting yang sangat tajam dan kecepatannya yang sangat luar biasa.

Musim lalu, ia mencetak 3 gol dalam 12 kali yang cukup tajam dan juga kecepatannya luar biasa di lini depan. Musim lalu juga ia mencetak tiga buah gol dalam 12 kali penampilannya di Liga Spanyol. Tak Cuma itu, musim ini pun ia sudah 28 kali tampil dan mencetak 6 buah gol untuk Espanyol.

Di Shanghai SIGP sendiri, Wu Lei bermain selama 13 musim. Dan di sana ia menjadi pencetak gol terbanyak dengan 169 buah gol sepanjang sejarah klub tersebut. Ia juga menjadi top scorer kedua sepanjang masa pada ajang Liga Super China yang mana berhasil mengoleksi sebanyak 102 gol. Ia pernah juga dijuluki sebagai pemain ajaib pasca menjalni debutnya sebagai pemain dengan usia 14 di Liga Super China. Memang ia sangat ajaib dan bertalenta. Seperti diketahui bahwa Espanyol menghadirkan Wu Lei sebagai gelandang pada bulan Februari tahun lalu. Kehadirannya itu tak Cuma berdampak pada performa tim saja namun juga membuat sangat laris dari segi penjualan jersey sampai dengan tontonan televisi. Espanyol mendapatka Wu Lei dari Shanghai SIGP dengan nilai transfer sebesar € 2 juta atau setara dengan Rp. 31 milair di bulan Januari 2019.

Read More