Category Archives: News

Usaha Jastip (Jasa Titip) diimbau Bea Cukai Patuhi Aturan Pajak

Deskripsi singkat: Usaha jastip diminta untuk menaati peraturan bea cukai supaya tidak kucing-kucingan dengan pemerintah.

Usaha Jastip (Jasa Titip) diimbau Bea Cukai Patuhi Aturan Pajak

Sekarang dunia online shop diramaikan dengan jastip, istilah untuk jasa titip. Jasa titip yang dimaksudkan di sini adalah adanya penjual yang menawarkan barang-barang dari luar negeri yang kemudian dibawa pulang ke Indonesia kemudian dijual mereka. Namun berbeda dengan jualan-jualan dengan system online sebelumnya, jasa titip di sini sang pembuat jasa membawa barangnya langsung yang dari luar negeri.

Bea Cukai Minta Jastip Patuhi Aturan

Hal ini kemudian mengundang perhatian Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan. Mereka mengimbau pada para pelaku jastip ini untuk mematuhi kewajiban pajak dan juga kepabeanan. Menurutnya, usaha jastip yang mengandalkan upaya penghindaran pajak tak akan bertahan lama.

“Cepat atau lambat, pasti akan ketahuan, otomatis,”kata Djanurindro Wibowo, Kepala Sub Direktorat Impor Direktorat Teknis Kepabeanan dalam acara lokakarya dengan tajuk “Tips dan Trik Titip Menitip Aman dan Nyaman”yang digelar baru-baru ini di DJBC.

Djanurindro juga mengatakan bahwa mengungkapkan pemerintah tak melarang usaha jastip togel singapore, selama tak digunakan untuk penghindaran pajak. Selain itu, pelaku usaha jastip pun mesti memahami risiko keamanan dan juga bertanggung jawab atas barang yang dibawanya. “Jangan sampai bisnis berkembang karena penghindaran pajak,” imbuhnya lagi.

Pemerintah, ia melanjutkan, mesti bertindak adil. Karena itu lah aturan perpajakan di bidang usaha jastip pun berlaku dengan pelaku usaha sector perdagangan konvensional. Misalnya saja, pelaku usaha jastip ini mesti membayar bea cukai apabila harga barangnya yang dibawa dari luar negeri di atas US$ 500. Besaran bea masuk pasalnya dipukul rata 10% dari harga barang setelah dikurangi dengan US$500.

Tidak hanya itu, pelaku usaha jastip juga mesti membayar PPN (Pajak Pertambahan Nilai) dan juga PPh (Pajak Penghasilan). Sekarang ini, institusi kepabeanan antar negara saling bekerja sama dan dapat bertukar informasi dan juga data.

Akan Ada Sanksi untuk Pelaku Jastip yang Melanggar

Misalnya saja, DJBC dapat mengetahui orang membeli tas mahal di luar negeri dari informasi pengurusan pengembalian pajak. Apabila orang tersebut menghindar dari tanggung jawabnya, maka ia akan terkena sanksi yang mana sesuai dengan Undang-Undang kepabeanan. Selain adanya denda, barang yang mereka bawa juga bakal disita oleh negara.

Namun demikian, Djanurindro juga menilai bahwa pengguna layanan jastik tak perlu takut jika harga barang yang dititipkan pada mereka akan jauh lebih mahal. Menurut penilaiannya, barang-barang jastip yang berasal dari luar negeri umumnya lebih murah dibandingkan dengan yang dijual di took. Pasalnya, walaupun dikenai bea dan pajak, harga barang dari luar negeri yang dibeli dengan cara jastip itu tidak perlu menanggung biaya yang ditanggung oleh pedagang konvensional seperti misalnya biaya penympanan, biaya took dan karyawan.

Pendiri marketplace untuk jastip HelloBly, Didit Setiadi, mengungkapkan bahwa masih banyak jastip atau pihak penitip yang belum mengetahui aturan bea masuk dan juga pelaksanaannya. Selain itu juga pengetahuan tetang kewajiban pajak atas setiap barang yang mana diniagakan pun masih sangat minim. Hal tersebut lah yang jadi kendala untuk mereka para pelaku usaha jastip.

“Yang terpenting dari bisnis jastip adalah adanya rasa aman dan juga nyaman untuk semua pihak yang menjalankannya. Dengan mengetahui aturan yang ada saat ini pelaku hastip tidak perlu kucing-kucingan,” kata Didit. Sementara, di HelloBly sendiri, kebanyakan harga barang yang dititip nilainya masih kisaran US$ 20 per pesanananya.

Film-Film Eropa dan Indonesia di Europe on Screen 2019

Deskripsi singkat: Film-film yang ditayangjan di Europe on Screen 2019 tidak hanya film Eropa, melainkan Indonesia juga yaitu Arini (2018) dan The Gift (2018).

Film-Film Eropa dan Indonesia di Europe on Screen 2019

Festival Film Europe on Screen (EoS) 2019 berlangsung dari tanggal 18 sampai 30 April 2019. EoS yang mana berkunjung ke 8 kota di seluruh Indonesia tersebut menghadirkan 101 buah film kontemporer dari sebanyak 27 negara Eropa dan 2 film Indonesia.

Tayangkan Film-Film Kece Eropa

Charles-Michel Geurts, Wakil Kepala Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia, menyampaikan EoS merupakan perayaan film untuk memperkenalkan kebudayaan Eropa. Festival ini mempunyai tujuan mendekatkan film-film Eropa pada masyarakat Indonesia. “Kami juga ingin mempromosikan kerja sama antara Eropa dan Indonesia, khususnya di bidang industry kreatif,”ungkapnya melalui pernyatan resmi.

EoS 2019 ini sendiri khusunya memberikan focus pada pelestarian lingkungan hidup togel singapore dengan mendedikasikan sub-segmen khusus dengan judul #OurLand yang menampilkan 4 film documenter pendek. Untuk kali pertamanya EoS mempunyai segmen restrospektif dan desain juga. Konten itu dihadirkan dalam merangka merayakan ulang tahun ke-100 sekolah seni dan desain Bauhaus di Jerman.

Segmen retrospektif #Bauhaus100 sendiri menayangkan Bauhaus Spirit, film documenter yang mana dibuat secara khusus untuk sekolah itu. Ada juga pemutaran rekaman arsip karya dan juga pameran instalasi tentang Bauhaus di Goethe-Institut Jakarta yang dimulai tanggal 19 April 2019 lalu.

Di penyelenggaraannya tahun sebelumnya, EoS menyambangi 6 kota yang lainnya yaitu Surabaya, Yogyakarta, Jakarta, Medan, Denpasar dan Bandung. Tahun ini, EoS hadir untuk kali pertamanya di 2 kota tambahan yaitu di Tangerang dan Bekasi. Pemutaran film ini pasalnya berlangsung di pusat-pusat kebudayaan, termasuk juga Erasmus Huis, Instituto Italiano di Cultura, Goethe-Institut, Komunitas Salihara, Institut Francais dÍndonesie dan masih banyak lokasi lainnya. Ada juga layar tancap yang mana menampilkan film yang ramah keluarga.

Film Yang Tayang di Eos, Film Indonesia Juga Ada

Film pembuka yang ditampilkan di ajang EoS 2019 ini adalah film thriller yang dibuat oleh sineas Denmark berjudul The Guilty. Sinema arahan Gustav Moller tersebut memenangkan Audience Award dan juga Grand Jury Prize di ajang Sundance Film Festival 2018.

Tidak hanya film dari Eropa saja yang berkesempatan dipertontonkan di EoS 2019 ini. Namun, film Indonesia juga. Tak bisa dipungkiri bahwa film Indonesia makin menunjukkan eksistensinya di industry perfilman dunia. Selain melakukan kolaborasi-kolaborasi dengan beberapa rumah produksi dunia, banyak juga rumah produksi Indonesia yang sedang melakukan remake film negara lain. Misalnya saja Korea Selatan.

Bukan tanpa alasan mengapa eksistensi film Indonesia di luar negeri sekarang diperhitungkan, karena sudah banyak film yang mampu bersaing dan muncul di beberapa festival film internasional termasuk yang dipertontonkan di EoS 2019 ini. Tentunya akan sangat membanggakan apabila film-film Indonesia bisa masuk ke festival yang mempunyai usia paling tua di Asia Tenggara ini.

Film Indonesia yang mendapatkan kesempatan ditayangkan di EoS 2019 adalah Arini (2018) dan juga The Gift (2018). Dua film itu memang sudah sering mendapatkan perhatian dari para penonton dan juga kritikus Indonesia karena keciamikannya.

Kemudian, sinema komedi asal Austria, What Have We Done to Deserve This? Bakal menjadi penutup rangkaian acaranya. Semua pemutaran film dan juga program EoS 2019 ini terbuka untuk umum dan juga gratis. Dengan begitu, diharapkan para pecinta film dunia yang sedang berada di 8 kota tersebut bisa ikut berpartisipasi di dalam festival itu. Dan diharapkan hubungan antara Eropa dan Indonesia makin erat.

Begini Cara Bijak Memperlakukan Kaum Disabilitas

Bagi manusia tentu saja kesetaraan dan persamaan derajat adalah nilai luhur yang telah diperjuangkan sejak berabad lampau. Tak ada seseorang atau satu kaum pun yang layak mengakui bahwa dia atau mereka lebih unggul dibandingkan manusia lainnya. Hal ini harus dipegang teguh dan ditanamkan sedini mungkin termasuk saat berhubungan dengan kaum disabilitas.

 

Inilah hal-hal yang harus dihindari saat bertemu kaum disabilitas

Kita tentu saja menyadari bahwa mereka mempunyai keterbatasan, misalnya pada fisik atau pun mental, namun secara hakikat kita semua adalah sama dan sederajat. Sebagaimana dikutip dari The Guardian, beginilah layaknya kita memperlakukan kaum disabilitas, yaitu dengan beberapa hal yang harus dihindari agar tidak menyakiti perasaan mereka:

 

  1. Jangan pernah secara terang-terangan bertanya kategori disabilitas mereka. Hal ini cenderung sikap yang merendahkan dan tidak mempunyai empati. Anda tentu merasa tidak nyaman bila seseorang, apalagi yang baru dikenal bertanya tentang rekam medis Anda secara detail. Bila kita sudah kenal baik dengan penyandang disabilitas ada kalanya mereka ingin berbagi akan keterbatasannya sehingga memberitahu dengan senang hati. Jadi sekali lagi jangan pernah bertanya lebih dahulu.

 

  1. Saat bertemu dan berinteraksi dengan penyandang disabilitas jangan menyamakan mereka dengan manusia yang terlahir sempurna. Inilah sebabnya sangat tidak etis bila kita, misalnya berpikir bahwa penyandang disabilitas mempunyai kompetensi yang sama dengan mereka yang normal. Jadi berempatilah, sadari bahwa penyandang disabilitas pada bidang-bidang tertentu  mempunyai keterbatasan dan berilah pemakluman.

 

  1. Hindari memberi nasehat sembarangan saat berinteraksi dengan penyandang disabilitas, terutama saran-saran tentang cara untuk sembuh dari keterbatasan yang dialami. Anda tentunya mengerti bahwa kelainan dari lahir tak semuanya dapat “diperbaiki” bahkan dengan tindakan medis paling canggih sekali pun. I

 

Intinya jangan sok tahu dan memberitahu ini itu tentang keterbatasan mereka. Percayalah pengetahuan Anda tentang disabilitas jauh lebih sedikit dibandingkan yang bersangkutan atau orang tua mereka. Bila Anda tetap nekat melakukan hal itu dengan alasan demi kebaikan mereka sendiri, bisa saja Anda secara tak sengaja malah melakukan perundungan (bullying).

 

  1. Tentu saja niat untuk membantu kaum disabilitas adalah hal yang baik. Tapi sebaiknya tanyakan terlebih dahulu kepada yang bersangkutan apakah mereka benar-benar membutuhkan bantuan kita. Tak sedikit penyandang disabilitas yang justru merasa frustrasi atau malu karena seseorang menawarkan bantuan. Hal ini terutama bagi mereka yang menyandang disabilitas bukan dari lahir, misalnya karena kecelakaan, sakit, dan lain-lain. Tentu memerlukan waktu untuk menerima kenyataan bahwa hal-hal kecil yang dahulu dapat dilakukan sendiri tanpa kesulitan sekarang harus menunggu uluran tangan orang lain.

 

  1. Jangan menyebut atau memvonis kehidupan mereka sebagai manusia yang merana karena menyandang disabilitas. Menderita disabilitas bukanlah akhir dari kehidupan walaupun di benak mereka yang terlahir normal tak jarang terbersit bahwa keseharian mereka dipenuhi kesedihan. Tentu saja tidak sedangkal itu. Mereka yang mengalami kelainan sejak lahir biasanya telah mempunyai level penerimaan yang luar biasa. Artinya mereka telah berdamai dengan diri-sendiri dan kondisinya sejak lama.

 

Orang tua dan guru-guru hebat bahkan dapat membuat buah hati atau anak-anak didiknya hingga mempunyai kepercayaan diri tinggi sehingga mereka hampir-hampir tak menyadari keterbatasannya. Inilah sebabnya kita harus berupaya menghilangkan stigma negatif kepada saudara-saudar penyandang disabilitas. Tentu saja tak ada orang yang bercita-cita hidup dalam keterbatasan. Sehingga penyadang disabilitas pun ingin disamakan hak-nya dengan masyarakat lain.

 

Semoga menginspirasi!