Insiden Sepanjang Laga Real Madrid vs Deportivo Alaves Di Laga Spanyol 2020-2021

Pekan ini Madrid harus melepaskan 3 poin ke Alaves ketika kedua tim bertanding di Stadion Alfredo, Stefano. Laga lanjutan di Liga Spanyol 2020/21 Minggu 29/11/2020 dini hari. Karena permainan Madrid yang buruk akhirnya membawa pada Kemenangan untuk tim tamunya 1-2.

Insiden penjambakan di laga Madrid vs Alaves

Sebenarnya meskipun kalah namun banyak peluang diciptakan oleh tim Madrid untuk bisa menyeimbangkan lawan, dimana salah satunya lewat tendangan penalti yang diberikan wasit tapi pada akhirnya gagal. Madrid sebenarnya punya kesempatan mendapat hadiah penalti dari wasit saat laga sedang berlangsung. Karena saat itu, skuad Madrid Marcelo terlihat dijambak bek Alaves yaitu Victor Laguardia di area kotak penalti klubnya. Tentu  seharusnya Madrid mendapat penalti tersebut. Tapi, nyatanya tidak. Marcelo beserta para pemain los Blancos lainnya kala itu protes keras kepada wasit.

Akan tetapi, Cordero Vega wasit pertandingan tidak memberi penalti pada Madrid, sebab menganggapnya bukan sebuah pelanggaran. Lalu menanggapi kebijakan dari sang pengadil di lapangan tersebut, mantan wasit kenamaan Liga Spanyol, yaitu Juan Andujar Oliver, memberi pendapatnya. Menurutnya, Madrid seharusnya sangat layak mendapat penalti. Sebab didalam tayangan ulang, sangat terlihat jelas Laguardia menarik rambut Marcelo.

Dan Andujar merasa Laguardia pun layak diberi kartu merah dari wasit atas perlakuannya pada Marcelo untuk mencoba menghalangi marcelo berlari. Jadi, menurutnya Madrid benar-benar dirugikan pada laga ini. “di tayangan ulang Anda bisa melihat bahwa terdapat tarikan rambut dilakukan bek tengah Deportivo Alaves (Laguardia),” kata Andujar Oliver, diwartakan Marca. (29/11/2020). Seharusnya pelanggaran ini layak diberi penalti dan saya merasa juga layak kartu merah pada beknya sebab tidak membiarkan (pihak lawan) bermain bola,” tambahnya.

Terlepas adanya kontroversial tersebut, Madrid layak gagal mendapatkan kemenangan togel singapura didalam laga ini. Karena banyak kesalahan terjadi, sehingga akhirnya Alaves bermain baik dan mampu menang, membuat Madrid mengalami 1-2.

Eden Hazard kembali cedera

Malang menimpa nasib los Blancos di akhir pekan ini, pasca dikalahkan oleh Deportivo Alaves di kandang sendiri dengan hasil akhir skor 1-2 pada Liga Spanyol, dimana Eden Hazard pun juga kembali harus mengalami cedera di awal-awal laga dimulai. Di Estadio Alfredo, Stefano, (29/11/2020) dini hari, dua gol oleh Lucas Perez (5′) serta Joselu (49′) hanya dapat dibalas satu kali dari Casemiro di empat menit akhir laga berakhir.

Derita Madrid pun semakin diperparah adanya cedera dari Hazard pada laga itu. Tampil menjadi starter, bintang asal Belgia tersebut tak mampu bermain hingga akhir dan harus meninggalkan lapangan saat laga berjalan 28 menit. Hazard sebenarnya sempat memiliki peluang pada menit ke-20, tapi tendangan jarak jauhnya mampu ditepis oleh Fernando Pacheco, kiper Alaves. Ia sukses mengamankan bola muntah, tapi segera diintersep Ruben Duarte. Disinilah terlihat Hazard mengalami benturan pada kotak penalti.

Wasit Adrian Cordero Vega sebagai pengadil di lapangan puntidak memberi hukuman untuk tim Alaves dan menganggap bola lebih dulu disapu Duarte. Sesudah insiden tersebut, Hazard hanya bisa bermain sebentar dan akhirnya terpaksa ditarik keluar oleh sang pelatih Zinedine Zidane dan digantikan Rodrygo.

Seakan mendapatkan kesialan yang bertubi-tubi di alami oleh tim Real Madrid, setelah mengalami kekalahan dari Deportivo alaves di rumah sendiri. Dan juga salah satu pemain Madrid yaitu Eden Hazard harus mengalami cedera di menit-menit awal pertandingan babak pertama, sehingga membuat jalannya pertandingan semakin memburuk.

Read More

FIFA Larang Keras Bundesliga Berikan Hukuman Pemain yang Mendukung George Flyod

Presiden FIFA Gianni infantino pasalnya melarang Bundesliga untuk menghukum 4 pemain yang memberikan dukungannya untuk mendiang George Flyod di pertandingan Liga Jerman pada akhir pekan lalu. pria berkulit hitam yang terjadi di Minneapolis, Minnesota tersebut pasalnya mendapatkan Respon yang luar biasa di luar Amerika Serikat juga. Di pekan ke 29 Bundesliga pasalnya ada 4 pemain muda yang ikut protes terhadap kematian pria Afro-Amerika tersebut.

Empat Pemain Bundesliga Ikut Protes Dukung George Flyod

Beberapa pemain yang mendukung anti rasialisme guna melayangkan protes atas kematian George Flyod tersebut adalah Winger Borussia Dortmund Jadon Sacho, kemudian ada striker Borussia Monchengaldbach yakni  Marcus thuram, bek kanan Dortmund juga yaitu Ashraf Hakimi dan yang terakhir gelandang asal Amerika Serikat Schalke 04 Weston McKennie. Keempatnya dikabarkan memberikan dukungan untuk George Flyod.

Menurut berita yang dilansir dari CNN Indonesia, berdasarkan Law of The Game FIFA, tiap pemain memang dilarang untuk mengungkapkan semboyan, gambar politik, pernyataan politik, agama maupun pernyataan pribadi apapun dalam peralatan pertandingan. Akan tetapi, Infantino menyatakan Dia sangat yakin bahwa keempat pemain Bundesliga tersebut tidak mendapat hukuman.

“Untuk menghindari keraguan. dalam kompetisi FIFA, demonstrasi pemain baru-baru ini di pertandingan Bundesliga bakal mendapat tepuk tangan dan bukan lah hukuman,” demikianlah yang dikatakan oleh Infantino dilansir dari CNN Indonesia.

Dalam pernyataan resmi yang dikirim oleh sifat ke 211 negara anggotanya, dirinya juga meminta para anggotanya untuk bisa menerapkan “ akal sehat dan mempertimbangkan konteks seputar peristiwa ( kematian George Flyod) itu.”  konfederasi sepakbola Eropa atau  UEFA pun tak akan menghukum pemain yang memberikan dukungannya terkait dengan kematian pria berkulit hitam di Amerika Serikat tersebut. 

“Sepak bola adalah olahraga yang mendorong toleransi, inklusi dan juga keadilan. nilai-nilai sama dianut mereka yang menunjukkan solidaritas kepada  George Flyod,” ungkap presiden UEFA Aleksander Ceferin.

“Apabila pemain di kompetisi kami menyampaikan pesan atau bertindak secara simbolis meminta kesetaraan hidup manusia, maka tindakan tersebut harus dianggap sejalan dengan sikap UEFA yang tak menoleransi aksi rasialisme,” imbuhnya lagi.

Solidaritas Rasial Tak dianggap Sebagai Pelanggaran di Sepak Bola

Hal yang sejalan juga dinyatakan oleh organisasi Kick It Out yang mana berharap bahwa sepak bola bisa lebih memperhatikan dan juga mempertimbangkan Apa yang dilakukan oleh pemain-pemainnya. Mereka berharap pesepakbola yang menyatakan solidaritas atas kematian pria Afro-Amerika tersebut tak dihukum karena ekspresi kesetaraan sosial bukanlah sebuah pelanggaran di dunia sepak bola.

Presiden Kick It Out, organisasi yang mendorong kesetaraan dalam sepak bola di Inggris yakni Sanjay Bhandari berharap bahwa asosiasi sepak bola Jerman (DFB) tak akan menghukum 4 pemain yang menampilkan bentuk dukungan yang juga solidaritas atas kematian George Flyod tersebut. 

“Saya harap ada kelonggaran dari otoritas Jerman. saya tidak yakin Bagaimana anda bisa memberi sanksi kepada Marcus thuram. Saya pikir dia tidak melakukan kesalahan sama sekali. Dia hanya berlutut,” ungkapnya.

“Saya membayangkan itu merupakan cara yang Saya dukung Jika pemain ingin melakukan protes. Jika anda mencetak gol dan berlutut semua bisa melakukannya, bukan? Tidak hanya pemain togel online indonesia berkulit hitam, pemain kulit putih juga, semuanya,” katanya lagi. 

Bhandari,Seperti dilansir dari CNN Indonesia menyebut bahwa berlutut merupakan cara protes yang tak bakal menuai sanksi dan cara tersebut memiliki peran yang sangat kuat. “Semua pemain harus melakukannya. Satu tim harus melakukannya. Anda lihat selebrasi Erling Haaland saat pertandingan kembali berjalan dan para pemain Borussia Dortmund melakukan selebrasi jarak sosial. mereka bisa berlutut.”

Read More

BOPI Sebut Tak Masalah Suporter ‘Garis Keras’ Dukung Klub Liga 1

BOPI (Badan Olahraga Profesional Indonesia) tidak mempermasalahkan keberadaan supporter garis keras di Liga 1. Namun katanya, asalkan mereka bisa tetap menjaga sportivitas. Richard Sam Bera, Ketua BOPI,  menyatakan bahwa supporter adalah bagian  terpenting dari perkembangan sepak bola nasional sehingga diharapkan bisa mengedepankan nilai sportifitas dan juga menjaga toleransi dengan supporter yang lainnya, klub lainnya dan lingkungan sekitarnya.

Supporter Garis Keras dibolehkan Hadir, Asal Tetap Patuhi Peraturan

“Militan boleh saja, hardcore boleh saja, tapi tetap jaga sikap ya. Saya harap supporter jadi asset bagi liga dan jadi nilai tambah juga buat liga. Sehingga cita-cita untuk menjadikan Liga 1 2020 sebagai kompetisi terbaik sepanjang sejarah dapat tercapai,” kata Richard.

Supporter memang jadi salah satu aspek penting yang mana diperhatikan BOPI dalam menerbitkan surat rekomendasi penyelenggaraan Liga 1 2020 yang mana resmi dikeluarkan hari ini. BOPI sendiri menerbitkan rekomendasi Liga 1 2020 setelah melakukan verifikasi dari sisi hukum negara yang mana meliputi perpajakan, badan hukum, kontrak pemain izin pemain, dan juga pelatih asing yang sesuai dengan perundang-undangan di Indonesia.

BOPI sendiri berharap PT Liga Indonesia Baru yang mana berlaku sebagai operator bisa mengelola liga secara professional dengan tetap mengutamakan aspek bisnis yang menguntungkan. “Pesan pertama kami buat LIB, di 2019 kami mengapresiasi tak ada lagi korban jiwa. Kami berpesan dan mewanti-wanti kejadian di awal musim 2019 itu (kericuhan antarsuporter di laga pembuka Liga 1 2019) tidak terjadi lagi. Akan tetapi, catatan kami masih ada kerusuhan yang terjadi,” ungkapnya.

“LIB harus mempertahankan dan ditingkatkan supaya kerusuhan supporter tak lagi terjadi,” imbuhnya.

BOPI pun berpesan supaya klub dapat meningkatkan profesionalitas dan memperhatikan aspek manajemennya, khususnya dalam pemenuhan hak dan kewajiban klub pada pemain-pemainnya. Pihak BOPI pun mengapresiasi Liga 1 2019 yang mana sampai di akhir musim tak ada lagi laporan yang diterima adanya penunggakan gaji yang membuat operasional klub aman.

BOPI Sebut Tidak Ada Tunggakan Gaji di Liga 1 2019

Tahun lalu, BOPI juga memastikan bahwa tidak ada tunggakan gaji pemain menjelang laga Liga 1 2019 yang dihelat 15 Mei 2019 kemarin. Hal tersebut juga disampaikan oleh Richard setelah ia melakoni pertemuan informal dengan Intelkam Polri di Wisma Kemenpora. Dari 18 buah klub yang jadi peserta Liga 1 2019, semuanya sudah melunasi dan menunaikan kewajibannya yaitu membayarkan gaji pemain togel online terbaik mereka secara lunas di musim 2018 lalu. Jadi, ia memastikan sudah tak ada tunggakan gaji.

Pada pemain yang disebut oleh Richard jadi aspek integral dari liga. BOPI juga berharap bahwa mereka bisa bersikap sangat professional menjunjung tinggi sportifitasnya, fairplay dan bisa jadi contoh dan inspirasi untuk masyarakat Indonesia. “Pemain diharapkan dapat membuktikan pada masyarakat bahwa jadi seorang pesepakbola professional adalah pekerjaan yang mulia dan membanggakan,” imbuhnya lagi.

Sedangkan tanggapan juga diberikan dari Cucu Somantri, Direktur Utama LIB. Ia mengungkapkan terima kasih atas hubungan yang sangat baik antara operator dan BOPI. “Kami memperhatikan harapan BOPI ke kami karena iu juga harapan dari masyarakat Indonesia dan pemerintah. Kami siap menerima masukan agar kami berada di koridor yang diharapkan,” katanya.

“Untuk pengelolaan supporter, ini jadi tanggung jawab bersama. Sebab sepak bola adalah alat untuk persaturan dan kesatuan bukan sebagai perpercahan,” tukasnya.

Read More

Wu Lei Jadi Pemain China Pertama yang Bobol Gawang Barcelona

Nama Wu Lei jadi mencuat ke permukaan karena ia baru saja dinobatkan menjadi pemain China pertama yang berhasil membobol gawang Barcelona di ajang Liga Spanyol. Winger dari RCD Espanyol itu pasalnya menyelamatkan timnya dari kekalahan di kandangnya sendiri di Stadion Carlos del Cerro Grande hari Sabtu (4/1) malam waktu setempat.

Wu Lei Pemain China Pertama yang Bobol Gawang Barcelona

Espanyol pada saat itu memang sempat tertinggal dengan 1-2 atas Barcelona. Kemudian gol pemain asal China itu bersarang di gawang Barcelona pada menit ke-88 sehingga skor menjadi sama imbangnya yaitu 2-2 sampai dengan laga berakhir.

Tim tuan rumah akhirnya bisa mencetak gol setelah Blaugrana bermain dengan susunan 10 pemaon. Gelandang skuat yang diasuh oleh Ernesto Valvedre, Frenkie de Jong, pasalnya mendapatkan kartu kuning kedua di menit ke-75 karena pelanggaran yang ia lakukan. Ia menarik kaus Jonatan Calleri.

Wu Lei memang sempat beberapa kali membuat pertahana Barcelona kembali lagi kerepotan. Ia baru bisa menjebol gawang Neto setelah ia menerima operan dari Matias Vargas. Pemain yang berusia 28 tahun ini pernah juga mengundang kehebohan ketika menjalani debutnya membela Espanyol di Liga Spanyol. Penampilannya disaksikan lebih dari 40 juta penonton TV dari China.

Pada saat itu ia tampil dari bangku cadangan ketika Espanyol menghadapi Villareal di Liga Spanyol musim lalu. Di pertandingan itu, skor berakhir dengan 2-2. Angka 40 juta itu jauh sekali berbeda dari jumlah penonton di Spanyol yang hanya berjumlah 177 ribu saja di layar kaca.

Wu Lei Sangat Terkenal di China dan Berbakat

Pemain yang lahir di Nanjing ini menjadi pemain yang pasalnya sangat amat diidolakan oleh public sepak bola di negaranya bandar togel singapore. Dan saking terkenalnya, ia sampai dijuluki dengan Maradona dari China. Wu Lei sendiri termasuk penyerang yang serbabisa. Ia tak Cuma piawai dalam perannya sebagai seorang winger namun juga bisa ditempatkan sebagai second striker dan juga striker. Di antara kelebihannya itu, pemain Shanghai SIGP itu juga memiliki insting yang sangat tajam dan kecepatannya yang sangat luar biasa.

Musim lalu, ia mencetak 3 gol dalam 12 kali yang cukup tajam dan juga kecepatannya luar biasa di lini depan. Musim lalu juga ia mencetak tiga buah gol dalam 12 kali penampilannya di Liga Spanyol. Tak Cuma itu, musim ini pun ia sudah 28 kali tampil dan mencetak 6 buah gol untuk Espanyol.

Di Shanghai SIGP sendiri, Wu Lei bermain selama 13 musim. Dan di sana ia menjadi pencetak gol terbanyak dengan 169 buah gol sepanjang sejarah klub tersebut. Ia juga menjadi top scorer kedua sepanjang masa pada ajang Liga Super China yang mana berhasil mengoleksi sebanyak 102 gol. Ia pernah juga dijuluki sebagai pemain ajaib pasca menjalni debutnya sebagai pemain dengan usia 14 di Liga Super China. Memang ia sangat ajaib dan bertalenta. Seperti diketahui bahwa Espanyol menghadirkan Wu Lei sebagai gelandang pada bulan Februari tahun lalu. Kehadirannya itu tak Cuma berdampak pada performa tim saja namun juga membuat sangat laris dari segi penjualan jersey sampai dengan tontonan televisi. Espanyol mendapatka Wu Lei dari Shanghai SIGP dengan nilai transfer sebesar € 2 juta atau setara dengan Rp. 31 milair di bulan Januari 2019.

Read More