Category Archives: Transportasi

Apakah Isi Pertemuan Grab dan KPPU Tentang Akuisisi Uber?

KPPU (Komisi Pengawas Persaingan Usaha) akhirnya membeberkan hasil pertemuan dengan pihak Grab Indonesia tentang akuisisi perusahaan tersebut terhadap Uber.

Uber Tak Miliki Kantor di Asia Tenggara

Dan diketahui, akuisisi pada Uber dilakukan oleh Grab pada akhir Maret yang lalu. lembaga tersebut meminta Grab Indonesia apakah sebab dari transaksi Judi bola online tersebut.

Pertemuan kedua belah pihak tersebut dilakukan pada tanggal 16 April 2018 lalu. dan manajemen Grab Indonesia, yang saat itu diwakili oleh Direktur Pelaksana menjelaskan tentang apakah transaksi itu. “Managing Director Grab Indonesia menjelaskan bahwasanya Uber Indonesia tak memiliki kantor atau pun badan hukum khusus di Asia Tenggara, akan tetapi kantor didirikan pada tiap negara yang ada operasional Uber Indonesia.” itu lah apa yang diungkapkan oleh KPPU dalam keterangan tertulisnya pada hari Rabu (25/4).

Grab Indonesia pun menjelaskan bahwa aset yang mana dialihkan tersebut meliputi pelbagai peralatan, karyawan yang tak dimiliki dan kontrak. Akan tetapi tak mencakup teknologi informasi dan juga hak kekayaan intelektual.

Pemegang Saham Minoritas

KPPU juga menyatakan bahwa Uber Indonesia masih memiliki aset khusus tersebut. “Pascaakuisisi, Uber Indonesia menjadi pemegang saham minoritas di Grab Holding,” kata KPPU.

Setelah pertemuan itu, KPPU sendiri menilai bahwa akuisisi oleh Grab Indonesia pada Uber Indonesia ini bukanlah sebuah penggabungan usaha. Lembaga itu menilai bahwa transaksi tersebut berada di luar cakupan definisi penggabungan usaha apabila berdasarkan aturan antimonopoli.

Akuisisi Tak Kendalikan Uber

KPPU pun menilai bahwa akuisisi oleh Grab Indonesia pada Uber Indonesia ini sah-sah saja. Lembaga tersebut menilai bahwa transaksi menjadi tidak wajib dinotifikasikan karena berada di luar cakupan definisi dari penggabungan usaha, peleburan dan juga pengambilalihan oleh UU Nomor 5 Tahun 1999 soal Larangan Prakter Monopoli dan Persaingan Usaha Tak Sehat.

“Transaksi itu tak wajib dinotifikasikan karena berada di luar cakupan definisi penggabungan usaha, peleburan, atau pengambilalihan yang diatur oleh UU No. 5 tahun 1999 dan PP No. 57 tahun 2010,” ungkap KPPU dalam keterangan tertulisnya

Selain itu juga, KPPU menyatakan bahwa transaksi Grab pada Uber adalah akuisisi aset namun tanpa adanya perpindahan kendali dari Grab Indonesia. lembaga tersebut menilai bahwa transaksi itu bukan penggabungan usaha.

“Transaksi itu juga bukan penggabungan usaha, karena badan hukum Uber Indonesia sendiri tetap masih ada dan tak bergabung dengan Grab Indonesia,” imbuh KPPU.

Pengawasan Harga

Akan tetapi KPPU menyatakan pihak dari KPPU bakal melakukan pengawasan terkait dengan perkembangan persaingan usaha dan juga harga sektor aplikasi transportasi berbasis daring tersebut. “Mencegah adanya potensi price leadership atau price fixing yang bisa meningkat seiring dengan meningkatnya juga konsentrasi pasar,” ungkapnya lebih tegas.

Lembaga tersebut sebelumnya meminta Grab Indonesia segera mengirim notifikasi atas akuisisinya pada bisnis Uber di Asia Tenggara yang dilakukan pada bulan Maret yang lalu. kewajiban melaporkan hal ini pada KPPU sendiri sudah tertuang pada pasal 29 UU No. 5 Tahun 1999 dan Pasal 5 PP NO. 5 tahun 2010.

Menurut KPPU sendiri, akuisisi ini bakal berdampak pada konsentrasi pasar 2 pelaku besar yang ada di Indonesia yaitu Gojek dan Grab. KPPU juga mencatat jumlah pengguna aplikasinya dari Grab sebanyak kurang lebih 14.69 persen dari seluruh pasar. Sementara itu, 6,11 persennya dimiliki oleh Gojek dan Uber. Dengan adanya pengawasan ini diharapkan akan terjadi persaingan yang lebih sehat.