Category Archives: Ulasan Film

Saksikan Kenakalan Peter Rabbit dalam Sekuelnya!

Kabar gembira datang untuk anda atau anak-anak anda yang suka dengan film Peter Rabbit. Kabarnya kenakalan kelinci Peter Rabbit ini bakal kembali ke layar lebar. Sony Pictures yang menjadi rumah produksi dari film yang mana dibintangi oleh James Corden ini berencana untuk menggarap sekuelnya.

Rilis Dua Tahun Setelah Film Perdananya

Melansir CNN Indonesia, Sony Picture telah secara resmi mengumumkan tanggal rilisnya yakni tanggal 7 Februari 2020. Tanggal di mana Peter Rabbit 2 akan dirilis itu berjarak hampir 2 tahun sejak penayangan perdana Peter Rabbit pertama yang dirilis pada tanggal 3 Februari 2018 lalu. will Gluck juga akan kembali didaulat menjadi sutradara Petter Rabbit 2 dan juga penulis naskahnya.

Corden yang mana menyuarakan Peter Rabbit diprediksi akan kembali lagi walaupun belum ada konformasi secara resminya. Bea (Rose Byrne), Daisy Ridley (Cottontail), Domhnall Gleeson (Thomas McGregor), dan juga Elizabeth Debicki (Mopsy) pun diperkirakan masih ikut terlibat.

Sukses di Awal Rilis

Peter Rabbit juga bisa dibilang sukses ketika awal dirilis tahun lalu. total pendapatan secara globalnya, mengutip dari CNN Indonesia, sebesar kurang lebih US $326 juta atau sama dengan Rp. 4.5 triliun. Sementara itu, pengeluaran film itu sebesar kira-kira US $50 juta atau setara dengan Rp. 698 milyar.

Penghasilan tersebut bisa dikatakan sangat mengejutkan karena film bandar poker terpercaya ini sempat dihujani dengan isu negative dan juga mendapatkan ancaman boikot. Beberapa orang tua memprotes bagaimana cara Peter Rabbit memperlakukan Thomas McGregor yang menjadi orang yang alergi blackberry. Ia dicemooh bahkan juga cenderung dibully.

Sempat Kena Petisi

Ada satu adegan di mana para kelinci melemparinya dengan blackberry dan salah satu blackberry itu terkena di mulut yang langsung membuatnya alergi. Ia tergagap karena sangat shock anafilaktis (reaksi alregi yang mana dianggap sebagai kondisi medis yang sangat darurat) kemudian wajahnya lalu berubah merah.

Setelah beberapa detik kemudian, ia baru bisa mengatasi hal itu dengan cara menyuntikkan EpiPen ke dalam tubuhnya sendiri. itu merupakan injector untuk mengatasi semua jenis alergi secara darurat.

Dan menurut Allergy UK, dikutip dari CNN Indonesia, mengolok-olok seseorang apalagi sampai membuatnya mengalami syok anafilaktis bukan suatu tindakan yang dianggap bertanggung jawab. Bahkan itu disebut sama juga seperti perundungan.

CEO Allergy UK, Carla Jones juga menambahkan, “Sok anafilatik dapat membunuh. Menyertakan di adegan sebuah film anak-anak yang menampilkan reaksi alergi serius dan tak melakukannya dengan bertanggung jawab, itu tak bisa diterima. Seperti bullying.”

Mereka menganggap bahwa efek dari adegan itu akan memberikan dampak yang buruk. Ia coba memperingatkan orang tua juga. “Alergi makanan itu sangat serius sehingga kita harus mengedukasi anak-anak untuk bisa peduli dan menghormati para #FoodAllergies #Bullying,” tulis salah satu warganet.

Akhirnya pihak Sony Pictures menanggapi petisi dan seruan pemboikotan itu. secara resmi mereka meminta maaf pada hari Minggu, 11 Februari 2018 lalu. “Alergi makanan adalah masalah yang sangat serius. Film kami ini seharusnya tak mengolok musuh Peter Rabbit, Mr. McGregor, dikarenakan alergi pada blackberry walaupun itu dengan cara kartu atau dengan guyonan yang kasar,” itu lah apa yang tersebut dalam pernyataan dari Sony Pictures. Sony bahkan mengungkapkan tidak bermaksud sama sekali mengejek penyakit alergi yang serius dan juga secara menyedihkan tak menghormati keluarga-keluarga yang pernah kehilangan orang tercintanya karena anafilaksis.

Diadaptasi ke Film, ‘GUNDALA’ Pilih Joko Anwar

Geliat film superhero memang selalu bisa menghasilkan pendapatan box office yang sangat menggiurkan. Sebut saja Marvel-Disney dengan Marvel Cinematic Universe (MCU) yang sudah memiliki 19 film selama 10 tahun dengan keseluruhan pendapatan total domino qiu qiu sejauh ini USD 15,4 miliar. Tak mau kalah, DC-Warner Bros juga memiliki DC Extended Universe (DCEU) dengan lima film yang baru berjalan lima tahun dengan pendapatan total USD 3,7 miliar.

 

Menyadari penggemar film superhero Hollywood di Indonesia cukup besar, Screenplay Films dan Legacy Pictures yang bekerjasama dengan Bumilangit Studios memberanikan diri mengusung Gundala si Putra Petir. Komik karya Hasmi ini pertama kali dirilis pada tahun 1969 dan meskipun mendapat pengaruh superhero the Flash milik DC karya Gardner Fox, Gundala disebut Hasmi berdasarkan tokoh legenda Jawa bernama Ki Ageng Sela yang mampu menangkap petir.

 

Tokoh dalam Gundala adalah seorang ilmuwan jenius bernama Sancaka yang menemukan serum anti petir. Terlalu sibuk dengan ambisinya, Sancaka lupa bahwa sang kekasih Minarti berulang tahun hingga mereka putus. Dalam kondisi gundah, Sancaka yang patah hati berjalan sendiri di bawah hujan deras mendadak disambar petir hingga koma. Saat itulah jiwanya ditarik ke planet lain dan diangkat sebagai anak oleh Kaisar Kronz, raja Kerajaan Petir. Sancaka diberkahi kekuatan petir dari telapak tangannya dan kekuatan lari secepat angin milik Raja Tafun dari Kerajaan Bayu.

 

Tak main-main, untuk proyek ambisius GUNDALA ini, sutradara yang dibebankan tanggung jawab berat adalah Joko Anwar. Sukses besar lewat PENGABDI SETAN (2017), Joko memang menyebut kalau dirinya ingin terlibat dalam proyek film yang menantang. Apakah GUNDALA bakal mampu menjawab penilaian pemisis akan film superhero karya anak bangsa?

 

Alasan Hanung Bramantyo Diganti Joko

 

Proyek GUNDALA sendiri sebetulnya bukan baru-baru ini dihembuskan. Bahkan sejak September 2014, Bumilangit Studios sudah akan bekerjasama dengan Mahaka Pictures untuk GUNDALA PUTRA PETIR. Bahkan saat itu Hanung Bramantyo sudah disebut sebagai sutradara dan siap rilis di awal 2016. Namun film itu berkembang tidak jelas hingga Bumilangit Studios meresmikan rencana penggarapan GUNDALA yang baru dengan rumah produksi dan sutradara baru.

 

Wicky V Olindo selaku produser Screenplay Films menyebutkan bahwa ketidakcocokan antara Hanung dan Bumilangit, sebagai pemilik hak cipta karakter Gundala, jadi penyebab proyek itu gagal. Bumilangit ingin GUNDALA jadi awal munculnya film jagoan-jagoan asli Indonesia yang hak cipta karakter dimiliki oleh Bumilangit, tapi Hanung tak menyanggupinya, seperti dilansir VIVA. Sebelum dipegang oleh Joko, Gundala sudah pernah diangkat ke film yakni pada 1981 berjudul GUNDALA PUTRA PETIR yang diarahkan oleh Lilik Sudjio dan diproduksi Cancer Mas Film.

 

Banyak Film Adaptasi Komik Hingga 2022

 

Seolah ingin mengikuti jejak MCU atau DCEU, Bumilangit berambisi menciptakan semesta komik mereka ke layar lebar. Oyasujiwo selaku editor senior komik Bumilangit membocorkan bahwa pihaknya sudah memiliki berbagai proyek komik yang akan diadaptasi ke film hingga lima tahun ke depan yakni 2022, seperti dilansir Medcom.

 

Menurut Oya, Bumilangit saat ini menjadi rumah lebih dari 1.000 karakter komik superhero lokal Indonesia termasuk Gundala, Si Buta dari Gua Hantu, Godam, Mandala, Sri Asih, Virgo dan Tira yang dihasilkan para kreator legendaris seperti Hasmi, Wied NS, Jan Mintaraga, Nono GM, Mansyur Daman dan RA Kosasih.

Fix, Film Harley Quinn Akan digarap Sutradara Wanita, Cathy Yan

Sutradara wanita yang memiliki keturunan Asia, Cathy Yan, akhirnya terpilih untuk menggarap film solo Harley Quinn. Film tersebut dibuat berdasarkan komik berjudul Birds of Prey dan masih juga dibintangi oleh Margot Robbie.

Sebelumnya, Robbie sempat mengaku bahwa perusahaan yang ia miliki yakni LuckyChap akan mengerjakan proyek film lepasan dari Suicide Squad itu.

Yan adalah mantan jurnalis Wall Street Journal yang memulai debut filmnta dengan film Dead Pigs yang ada di Festival Film Sundance.

Dengan terpilihnya sutradara wanita ini, maka ia pun menjadi sutradara  perempuan yang kedua yang mana direkrut DC untuk menggarap film yang berdasarkan karakter komik tersebut setelah Petty Jenkins yang menyutradarai Wonder Woman.

Yan juga menjadi sutradara keturunan Asia pertama yang mampu memimpin sebuah film yang menjadi bagian dari DC Comics Universe.

Calon penulis naskah Batgirl, Christina Hodson pun telah terpilih untuk menjadi penulis kiah badut cantik, Harley Quinn tersebut. Sebelumnya pihak studio juga mempertimbangkan sejumlah pilihan lainnya untuk memuat karakter Harley Quinn termasuk juga Suicide Squad.

Beberapa sumber juga mengatakan bahwa naskah film solo yang digarap oleh Yan ini masih dalam proses pengerjaan. Yan sendiri lebih cenderung mulai turun tangan saat skenarionya sudah selesai digarap.

Proses produksinya diperkirakan bakal dimulai pada akhir tahun ini setelah Margot Robbie menyelesaikan proyek filmnya garapan Quentin Tarantino, Once Upon a Time in Hollywood.

Di sisi yang lainnya, proyek sekuel dari film Suicide Squad yang masih juga menayangkan sosok Harley Quinn ini akan mulai proses produksinya pada tahun 2018.

Dilansir dari CNN Indonesia bahwa Gavin O’Connor adalah sosok yang didaulat untuk menulis naskah sekuel soal geng dewa poker online penjahat-penjahat DC itu. Akan tetapi ia disebut-sebut berada di tahap negosiasi untuk menjadi sutradara film yang akan menggandeng Will Smith dan juga Jared Leto sebagai bintangnya.

Proses Penggarapan

Film spin-off dari Harley Quinn ini dikabarkan tengah memasuki proses penggarapan. Setelah Cathy Yan mengonfirmasi bahwa dirinya resmi menjadi sutradara dari film ini, ia berhasil menjadi sutradara Asia perempuan pertama di dunia superhero milik DC.

Seperti yang telah disebutkan di atas bahwa kemungkinan proses produksinya bersama dengan pemeran Harley Quinn, Margott Robbie akan dimulai tahun ini dan kemungkinan akan dimulai bulan September 2018.

Cathy Yan sendiri adalah penulis skenario, sutradara serta produser film. Sebelumnya ia juga pernah bekerja sebagai seorang reporter untuk Wall Street Journal yang ada di New York, Beijing dan Hong Kong sebelum dirinya beralih ke dunia pembuatan film. Yan pun pernah menjadi penulis naskah sekaligus sutradara dari film yang berdurasi pendek, Dead Pigs. Wanita bertalenta ini memulai debutnya di Shanghai.

Alur cerita yang dibawa di dalam film Harley Quinn ini dikabarkan akan berfokus pada sosok Harley Quinn dan juga teman-temannya satu gank dan semuanya perempuan.

Namun sampai saat ini belum ada konfirmasi tentang karakter apa saja yang bakal turut meramaikan film Harley Quinn ini. Akan tetapi ada rumor yang mengatakan bahwa karakter Black Canary dan Poison Ivy bakal tampil di film ini.

Keterlibatan Yan sebagai sutradara perempuan ini pasalnya tak lepas dari pengaruh Robbie yang menginginkan keterlibatan talent perempuan di dalam film yang dibintanginya itu. Lebih-lebih lagi film spin off ini juga diproduksi oleh rumah produksi miliknya yakni LuckyChap Entertainment.